Posted by: sacbandung | May 17, 2008

Cup Busi Tembaga Lebih Baik

Sistem pengapian, jelas enggak sendiri. Lha wong namanya aja sistem! Jadi, harus ada peranti pendukung lain dong. Makanya, selain CDI dan koil, kepala atau cup busi juga jadi penentu besarnya api yang menuju busi.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

“Selama ini banyak orang yang berpikir setelah CDI dan koil, ujung tombak terakhir ya busi. Enggak sedikit, orang menyepelekan peran kepala busi,”

Padahal, asal tahu saja! Kepala busi di pasaran itu terdiri dari berbagai macam. Misal, yang penghantarnya (bagian dalamnya) dari logam besi biasa. Nah yang ini, biasanya diadopsi di motor standar bawaan pabrik.

Selain kepala busi dari logam biasa, ada juga nih yang dibuat dari tembaga. “Katanya sih ini yang terbaik di pasaran. Tembaga merupakan bahan penghantar listrik yang bagus setelah besi,”

Memakai tembaga, arus yang dihasilkan dari CDI yang diteruskan koil dan busi jadi lebih stabil alias konstan.

Ketika pakai kepala busi biasa, api yang dihasilkan busi berwarna sedikit kemerahan. Tapi ketika dicoba pakai kepala busi tembaga, api berubah menjadi lebih biru dan arusnya agak lebih besar.

Source: tabloid motor pokonyamah


Responses

  1. NICE INFO BRADER….!!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: