Posted by: dizconect | June 2, 2008

http://sacbandung.co.nr

Website SAC Bandung yang baru dibuat ini sudah selesai.

Diaharapkan semua member dari http://www.sacbandung.wordpress.com  ini agar pindah ke forum yang baru.

untuk dapat memposting, memvoting, dll di Forum yang baru, anda harus melakukan registrasi terlebih dahulu.

Forum tersebut dibuka untuk umum (tidak hanya anggota resmi SAC Bandung saja).

Thanks,

dizconect

Site Admin – http://sacbandung.co.nr

Posted by: sacbandung | May 17, 2008

Problem Suzuki Satria F-150 , Payah Hidup Karena Air

Dislah beberapa kali, tetap ogah hidup. Pas dicek kondisi setelan karburator sesuai standar pabrik. Kondisi motor pun sangat terawat. Servis berkala enggak lupa. “Jadi apa donk yang bermasalah? Bingung?,”

Coba inget sekali lagi. “Kejadian kayak gitu setelah motor dicuci. Main siram aja. Air masuk ke tutup dan lubang busi,”

Photobucket - Video and Image Hosting

Air masuk ke tutup dan busi lantaran jarak sasis dan kepala silinder renggang. Air mudah masuk karena celah yang renggang dan posisi mesin vertikal (gbr. 1). Air bisa masuk langsung ke silinder head. “Ini beda sama Suzuki Raider 125. Rapat sama batang (sasis, red) tengah,

Tambahan lagi desain lubang busi di kepala silinder ada got. Plus celah antara kepala busi sama lubang. Air merembes dari situ. Air ngendap. Api busi enggak bisa besar waktu dislah. Makanya susah nyala.

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Hasan ngasih saran bisa aja per 8.000 km lubang busi dicek dan dibersihkan. Tapi, antisipasi dini bisa kok dilakoni. Tutup got lubang busi dengan isolasi (gbr. 2). Termasuk juga kepala busi (gbr. 3).

Article Date:
Source: meunang manggih deui

Posted by: sacbandung | May 17, 2008

Perawatan Karburator Vakum Gangguan Akibat Salah Asuh

Karburator vakum alias CV (Constant Velocity) jadi standar di motor terkini. Silakan absen dari Yamaha Mio, Honda Vario, Kawasaki Kaze ZX130 hingga Suzuki Satria F-150. Pertimbangannya pasti soal konsumsi bahan bakar plus buka-tutup gas yang halus.

Tapi, kinerja pengabut bensin tipe vakum bisa terganggu kalau salah asuh. Apa sih panduannya? “Tidak disarankan buka boks filter. Memang awalnya tarikan terasa lebih cepat, tapi kelamaan debu bisa menghambat gerakan skep,”

Skep di karbu CV beda karena bahan dari resin dilapis teflon (gbr. 1). Bandingkan dengan skep yang umum dengan bahan logam berlapis krom. Gara-gara kena debu, skep jadi macet dan kelamaan lapisan teflon tergores, hasilnya langsam tak stabil alias naik-turun.

Photobucket - Video and Image Hosting

Bagian lain yang tak kalah sensitif adalah karet vakum (gbr. 2). Posisinya ada di atas karbu dan ditutup lempengan besi. “Saat servis nggak perlu dibuka karena kalau sampai salah rakit atau karet terjepit hingga rawan kebocoran. Akibatnya putaran mesin ngaco,” lanjut Iwan.

Photobucket - Video and Image Hosting

Karet vakum juga nggak boleh kena bensin. Bisa melar atau paling parah tidak bisa digunakan lagi. Mana harganya mahal lagi. Untuk itu kudu hati-hati.

Termasuk urusan trik oprek karbu dengan reamer atau memperbesar diameter venturi. Ini juga haram dilakukan di karbu vakum kalau nggak mau risiko skep oblak yang bisa berakibat mesin susah hidup.

Karburator CV bekerja dengan tekanan udara dari crankcase dan intake. Jadi perhatikan kondisi slang vakum yang menuju karbu. Seumpama retak atau sobek, langsung ganti baru karena mesin bakal susah hidup.

“Kondisi karet pemegang karbu dan intake manifold yang tak boleh ada kebocoran karena berimbas skep bakal susah naik (gbr. 3),” . Termasuk klep masuk yang tak lagi rapat pun bisa bikin daya isap ke karbu vakum melorot. Jadi, rawatlah!

Photobucket - Video and Image Hosting

Article Date:
Source: meunang manggih ti batur

Posted by: sacbandung | May 17, 2008

Suzuki Satria F-150, Jurus Gampang Setel Tensioner

Para pengguna Suzuki Satria F-150 sering mengeluhkan per tensioner otomatis. Itu karena per ini memang lemah.

Teknik ini dapat mengatur kekerasan per secara manual. Juga sesuai gaya si joki dan dijamin tetap aman. “Banyak yang mengeluhkan per lemah dan sampai loncat setelan topnya. Kalau loncat satu step, tenaga jadi kurang enak. Parahnya kalau sampai beberapa step, mesin bisa jebol, lho,” (di SAC yg pernah kejadian gini motornya si bendol ataw kamu ya ji yahh)hehehehe…

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Pertama, tensioner otomatis dilubangi pakai bor 12 dan bagian dalamnya dibuat derat(gbr. 1). “Tensioner otomatis ini gampang dicopot, kemudian tinggal kita bor,”

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Kemudian baut ukuran 12 dengan panjang 10 cm dimasukkan ke dalam lubang tadi (gbr. 2). Baut ini dilengkapi mur yang berfungsi sebagai pengunci posisi yang diinginkan nantinya. “Bagian kepala baut di bagian dalam karena kepala baut ini yang akan menekan tensioner nanti,” lanjutnya.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Jika baut sudah dimasukkan, maka pada bagian luar dipasang mur untuk mengatur panjang baut di dalam dan di luar tensioner. “Untuk mengatur kekerasan per tinggal putar mur sampai didapat kekerasan diinginkan (gbr. 3),”

Article Date:
Source: di salah satu web tabloid pokonamah

Posted by: sacbandung | May 17, 2008

Tutup Tangki Satria F-150 Stop and Go Karena Melar

Ini bukan stop and go yang gaya balap. Tapi masalah bensin macet ngalir ke karbu di Suzuki Satria F-150. Mesin start, terus mendadak mati setelah jalan beberapa meter. Berulang terus sampai akhirnya tidak sampai tujuan. Masalahnya sederhana, tapi kalau kejadiannya begini berlangsung lama, tetap aja bikin capek hati.

Sepintas, problemnya ada di karburator. Tapi bukan itu sebenarnya yang terjadi! Persoalan muncul karena karet di tutup tangki Satria F-150 melar. Karena melar, celah udara di pinggir lubang tangki tertutup. Akibatya terjadi kevakuman di dalam tangki. “Dampaknya bensin ogah turun atau telat ke karburator,”

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Solusi buat kondisi mendesak bisa dilakoni lewat cara melubangi tutup tangki. Lubangi pakai mata bor 3 mm (gbr. 1). Posisinya nggak jauh dengan posisi celah udara di pinggir lubang tangki. “Masalahnya cuma di karet yang gampang melar. Diganti pun enggak bisa karna menempel di tutup tangki,”

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Cara lain yang seandainya masih banyak waktu bisa mengganti tutup tangki. Pakai punya Suzuki Smash atau Shogun 125 (gbr. 2). . “Tinggal pasang katanyamah.
Source: ada deeehh,di web sebelah pokonyamah

Posted by: sacbandung | May 17, 2008

Cup Busi Tembaga Lebih Baik

Sistem pengapian, jelas enggak sendiri. Lha wong namanya aja sistem! Jadi, harus ada peranti pendukung lain dong. Makanya, selain CDI dan koil, kepala atau cup busi juga jadi penentu besarnya api yang menuju busi.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

“Selama ini banyak orang yang berpikir setelah CDI dan koil, ujung tombak terakhir ya busi. Enggak sedikit, orang menyepelekan peran kepala busi,”

Padahal, asal tahu saja! Kepala busi di pasaran itu terdiri dari berbagai macam. Misal, yang penghantarnya (bagian dalamnya) dari logam besi biasa. Nah yang ini, biasanya diadopsi di motor standar bawaan pabrik.

Selain kepala busi dari logam biasa, ada juga nih yang dibuat dari tembaga. “Katanya sih ini yang terbaik di pasaran. Tembaga merupakan bahan penghantar listrik yang bagus setelah besi,”

Memakai tembaga, arus yang dihasilkan dari CDI yang diteruskan koil dan busi jadi lebih stabil alias konstan.

Ketika pakai kepala busi biasa, api yang dihasilkan busi berwarna sedikit kemerahan. Tapi ketika dicoba pakai kepala busi tembaga, api berubah menjadi lebih biru dan arusnya agak lebih besar.

Source: tabloid motor pokonyamah

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.